Entri Populer
-
Membuat wanita tersenyum itu merupakan keindahan jika kita dapat memandangsenyum itu dari wanita yang dekat dengan kita. Nah lantas bagaim...
-
Formulir Cinta Untuk yang Jomblo Selasa, 27 Desember 2011 Saya Selaku Penulis Blog Sedang Mencari Cinta Apakah Anda Berminat ? Kalau ...
-
Itung" bagi kebahagiaan buat kalian semua yg membaca pantun ini 1.Guru kencing berdiri. Murid kencing berlari. Oh wahai pujaan ha...
-
Hey kamu, iya kamu yang lagi baca ini... Senyum kamu manis banget sih.. Bagi dikit boleh ? :)) Kalo aku jadi atlit Sea Games, bukan me...
-
kamu jg bs mencontek trik berkencan Putri2 Disney dalam mendapatkan pangeran impian mereka.ini dia tips Dapetin Cowok Ala Princsess Disney ...
-
Tidak mudah untukmembuat cewek tergila-gila ama cowok. Berikut ini 10 trik membuat para cewek “tergila-gila” pada Anda, yang telah teruji ...
-
Sebenarnya apa sih yang harus anda lakukan saat anda merasa tertarik dengan seorang wanita single ketika berada disebuah tempat? Apakah an...
-
Anda percaya padanya, mengaguminya bahkan bersedia melakukan apapun demi dia. Tidak ada yang salah dengan itu, tapi tahukah Anda bahwa semu...
-
1. Tunjukan diri Anda apa adanya saat Anda merasa cocok dengan seorang Wanita, usahakan untuk terlibat percakapan dengan Dia. 2. Tidak ada...
-
1. Jika air adalah ciuman, aku akan kirimkan lautan. Jika pelukan adalah daun, aku akan kirimkan pohon. Jika cinta itu abadi, kutawarkan ke...
Kamis, 01 Desember 2011
PERNIKAHAN ANTARA ISTRI YANG BUTA DAN SUAMI YANG TULI
Michel de Montaigne, penulis Perancis yang sangat berpengaruh pada abad 16, pernah mengatakan bahwa
Pernikahan yang baik adalah pernikahan antara istri yang buta dan suami yang tuli.
Observasi kritis ini masih berdenting sesuai dengan dinamika pernikahan hari ini, 5 abad kemudian, bahwa
Istri yang baik, memang melihat kekurangan dan kelemahan suaminya, tapi tidak mengurangi kasih sayang dan penghormatan atas upaya dan kemungkinan baik yang akan dibangun oleh suaminya.
Suami yang baik, memang bisa mendengar keluh kesah dan kritik istrinya, tapi mengabaikan kecenderungan untuk bereaksi yang tidak mendamaikan terhadapnya, dan berfokus pada kebaikan yang diharapkan oleh kekasih hatinya itu.
Jika sepasang kekasih saling mempercayai, bahwa tak ada yang diinginkan oleh satu sama lain kecuali bagi kebaikan satu sama lain dan bagi kebahagiaan keluarga yang mereka bangun, maka kebersamaan mereka akan memuliakan harapan Tuhan untuk hidup sepenuhnya dan bernilai bagi kebaikan sesama dan alam.
Pernikahan adalah lembaga dasar terkuat yang dirancang oleh Tuhan untuk melestarikan keindahan alam yang diciptakan-Nya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar